Yasanti.or.id – Deklarasi mengenai ‘Darurat Ekspor‘ dapat menjadi katalis bagi pusat kebijakan yang lebih terarah di Pakistan.
Permintaan darurat untuk aksi penanganan situasi kritis dari sektor tekstil disampaikan oleh Pakistan Textile Council (PTC) kepada Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Dalam suratnya, PTC mendesak deklarasi ‘Darurat Ekspor’ demi mengatasi masalah yang membelenggu sektor penting ini. Alarm ini dipicu oleh merosotnya daya saing ekspor akibat kenaikan biaya. Distorsi dalam perpajakan, dan disparitas harga energi, yang secara signifikan mengancam stabilitas ekonomi, keberlanjutan industri, serta lapangan kerja.
BACA JUGA : Leticia Joseph: Jejak Baru di Dunia Seni dan Mode
Dampak Penurunan Ekspor yang Drastis
Data terbaru menunjukkan ekspor Pakistan turun lebih dari 14 persen secara tahunan pada November 2025. Hal ini menandai bulan keempat berturut-turut dari kontraksi ekspor. Selama periode Juli-November FY26, ekspor menurun menjadi USD12,8 miliar dibandingkan dengan USD13,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara impor meningkat menjadi lebih dari USD28 miliar. Akibatnya, defisit perdagangan melebar tajam hampir mencapai USD15,5 miliar dalam lima bulan saja. Dengan defisit pada bulan November meningkat 33 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Usulan Solusi Mendesak bagi Pemulihan
PTC mengajukan serangkaian tindakan mendesak kepada pemerintah untuk segera menanggapi situasi ini. Di antara langkah-langkah yang diusulkan adalah pemulihan rezim pajak final 1 persen pada semua ekspor dengan penarikan pajak di muka, pengecualian pajak bagi eksportir yang mencapai pertumbuhan ekspor lebih dari 10 persen tahunan, serta penghapusan super tax untuk lima sektor ekspor utama. Selain itu, penyesuaian harga gas dan listrik untuk sektor ekspor dan rasionalisasi harga gas untuk sektor pupuk juga diusulkan.
Penanganan Komprehensif Masalah Energi
Pertimbangan atas penyesuaian harga energi menjadi penting, mengingat beban biaya yang kian memberatkan sektor ekspor. PTC menekankan perlunya penghapusan pajak gas dan penetapan harga gas sebesar Rs2,600 per MMBtu serta listrik sebesar Rs24 per unit untuk semua sektor ekspor. Langkah ini dipandang sebagai solusi cepat untuk meringankan beban energi yang menyesakkan sektor ekspor dan menahan laju pertumbuhan.
Langkah Strategis pada Sumber Daya Primer
Mengenai sumber daya primer, PTC juga menyoroti kebocoran kapas yang signifikan, dengan usulan pemberlakuan regulasi ketat atau membebaskan kapas dari pajak GST. Tujuan ini guna mengembalikan sekitar dua juta bale kapas ke dalam ekonomi formal. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pasokan kapas domestik, yang menjadi bahan baku penting bagi industri tekstil nasional.
Reformasi Perbankan untuk Memperkuat Ekspor
Bagi sektor keuangan, PTC menyerukan agar Bank Negara Pakistan menginstruksikan bank komersial untuk mengalokasikan setidaknya 50 persen dari pinjaman mereka ke sektor swasta. Upaya ini bertujuan untuk memberikan dukungan modal yang kuat bagi industri berkembang dan sektor ekspor, memungkinkan mereka untuk berinkubasi dan tumbuh di tengah tantangan ekonomi global yang meningkat.
Secara keseluruhan, ‘Darurat Ekspor’ dapat menjadi katalis bagi pusat kebijakan yang lebih terarah di Pakistan. Deklarasi ini tidak hanya diperlukan untuk meredam keruntuhan ekonomi yang lebih dalam, tetapi juga untuk menjamin pemulihan yang berkelanjutan dan posisi kuat di pasar internasional. Dengan intervensi substantif ini, pemulihan dapat dimulai dalam jangka pendek dan menegaskan kembali komitmen Pakistan menuju pertumbuhan ekonomi yang tangguh.























































































