Yasanti.or.id – Meskipun kegiatan ini fokus pada ibadah Natal, Yayasan Witama mendorong siswa dari berbagai latar belakang agama untuk ikut berpartisipasi.
Yayasan Witama baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan religius yang menarik dan penuh makna bagi peserta didik dan guru-guru mereka. Kegiatan tersebut dibuka dengan ibadah Natal yang dihadiri oleh semua peserta didik dan staf pengajar beragama Kristen. Dalam suasana yang khidmat ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual tetapi juga momen berharga untuk mempererat tali persaudaraan di antara mereka.
BACA JUGA : Peran Perempuan Kunci Menuju Indonesia Emas 2045
Ibadah Natal yang Penuh Hikmat
Dalam ibadah Natal yang dilaksanakan di gereja, suasana dipenuhi dengan nuansa kebersamaan dan kehangatan yang khas. Seluruh peserta didik tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan. Diawali dengan puji-pujian yang dinyanyikan oleh paduan suara sekolah, suasana seketika menggugah perasaan iman di hati semua yang hadir. Kegiatan ini bukan hanya sebatas ritual keagamaan, tetapi juga sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam diri anak-anak.
Peran Guru dalam Mengembangkan Karakter Siswa
Guru-guru di Yayasan Witama berperan penting dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan ini. Mereka tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam perilaku. Selama ibadah berlangsung, para guru aktif berinteraksi dengan siswa, menjelaskan makna dari setiap acara, serta mengajak mereka untuk merenungkan nilai-nilai Natal, seperti kasih, pengorbanan, dan kebersamaan. Interaksi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan kepedulian di antara siswa.
Aktivitas Edukatif Selama Kegiatan Religius
Selain ibadah, kegiatan ini juga diisi dengan serangkaian aktivitas edukatif yang bertujuan untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan siswa. Berbagai permainan yang mendidik dan diskusi interaktif menggugah semangat siswa untuk berpartisipasi aktif. Misalnya, kelompok diskusi mengenai nilai-nilai pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat relevan dengan spirit Natal. Kegiatan ini juga melibatkan siswa untuk berbagi cerita tentang pengalaman baik dalam membantu sesama, yang secara tidak langsung memperkuat rasa empati mereka.
Membangun Toleransi Beragama
Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa toleransi dan menghargai perbedaan di antara siswa. Meskipun kegiatan ini difokuskan pada ibadah Natal, Yayasan Witama mendorong siswa dari berbagai latar belakang agama untuk ikut berpartisipasi. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya terbatas pada satu agama, tetapi juga menghormati keberagaman dalam masyarakat. Dalam diskusi, siswa diajak untuk saling menghargai perbedaan, serta menyadari pentingnya hidup dalam harmoni baik di sekolah maupun di masyarakat.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Kegiatan religius yang diadakan oleh Yayasan Witama ini tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun karakter peserta didik. Dengan memadukan nilai-nilai agama dan pendidikan, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab serta memiliki kedalaman moral. Ke depan, diharapkan Yayasan Witama dapat terus mengembangkan kegiatan serupa yang melibatkan seluruh elemen komunitas sekolah, dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan penuh kasih. Sebagai penutup, mari kita harapkan agar semua nilai positif yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat terus menginspirasi seluruh peserta didik untuk berkontribusi bagi masyarakat.
























































































