Yasanti.or.id – Dengan mengoptimalkan peran perempuan, Indonesia dapat melangkah lebih pasti menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dalam era globalisasi yang kian kompetitif, peran perempuan dalam pembangunan bangsa semakin mendapat sorotan. Seminar Pemberdayaan Perempuan, yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Morowali, merupakan ajang penting untuk membahas peran strategis perempuan sebagai motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045.
BACA JUGA : Menghadapi Rasa Takut Dinilai: Kunci untuk Berkembang
Pentingnya Seminar Pemberdayaan Perempuan
Acara ini dibuka oleh Abdul Wahid Hasan, yang menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari visi besar bangsa Indonesia. Dalam semangat dan ujarannya, Wahid menunjukkan bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas pada ranah domestik, melainkan juga dalam sektor ekonomi, sosial, dan politik. Hal ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender adalah suatu keharusan untuk mencapai target pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Perempuan Sebagai Agen Perubahan
Dalam seminar tersebut, para pembicara menekankan bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Di berbagai sektor, perempuan telah membuktikan kemampuannya dalam berkontribusi kepada pembangunan. Misalnya, dalam sektor pertanian, perempuan tidak hanya sebagai petani, tetapi juga terlibat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan produksi dan distribusi hasil pertanian yang mereka kelola.
Pendidikan dan Keterampilan sebagai Landasan
Pendidikan menjadi salah satu pilar utama yang harus diprioritaskan untuk memberdayakan perempuan. Abdul Wahid Hasan menegaskan bahwa akses pendidikan yang setara bagi perempuan akan membuka peluang yang lebih luas untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Dengan pendidikan yang baik, perempuan akan lebih memiliki keterampilan untuk mengambil peran dalam bidang pekerjaan yang lebih produktif dan strategis.
Menanggulangi Tantangan yang Ada
Meskipun peran perempuan sangat signifikan, tantangan yang dihadapi tetap ada. Banyak perempuan yang masih terjebak dalam stereotip gender yang menghambat kemajuan mereka. Seminar ini juga membahas berbagai solusi untuk mengatasi tantangan tersebut, seperti perlunya dukungan dari pemerintah dan lembaga swasta untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi perempuan.
Membuka Kesempatan Ekonomi
Salah satu fokus dari acara ini adalah menciptakan kesempatan ekonomi bagi perempuan. Program-program pelatihan keterampilan dan dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sorotan penting. Dengan memberikan akses terhadap modal dan pelatihan, perempuan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian lokal serta nasional.
Sinergi dari Berbagai Pihak
Abdul Wahid Hasan juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam memberdayakan perempuan. Pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi perempuan. Kesadaran kolektif dan dukungan dari semua pihak akan menjadi kunci untuk mendorong partisipasi perempuan dalam segala aspek pembangunan.
Menuju Indonesia Emas 2045
Seluruh diskusi dalam seminar ini mengarahkan perhatian pada visi Indonesia Emas 2045. Dalam mencapai cita-cita besar tersebut, peran aktif dan kontribusi perempuan merupakan hal yang sangat krusial. Tanpa keterlibatan perempuan dalam pembangunan, cita-cita bangsa untuk mencapai negara yang maju dan sejahtera akan sulit tercapai.
Kesimpulannya, seminar Pemberdayaan Perempuan yang digelar di Morowali bukan hanya sekadar sebuah acara rutin, melainkan merupakan langkah strategis untuk mendorong kesetaraan gender dan membuka akses bagi perempuan dalam berbagai sektor. Dengan mengoptimalkan peran perempuan, Indonesia dapat melangkah lebih pasti menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Penting bagi kita semua untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan dan memastikan bahwa suara mereka didengar serta dilibatkan dalam setiap proses pembangunan.
























































































