Perkembangan teknologi ritel kembali menyita perhatian pekan ini, dari adopsi kecerdasan buatan yang menghasilkan penghematan besar hingga gerak-gerik merek yang kembali ke platform digital. Berbagai peritel dan penyedia layanan melaporkan kemitraan dan uji coba yang bertujuan meningkatkan pengalaman pelanggan, efisiensi operasional, dan kemampuan iklan online.

Beberapa inisiatif menonjol termasuk strategi AI Morrisons yang menekan biaya, kembalinya merek perawatan ke platform baru, serta perluasan layanan pengiriman dan pembayaran cepat. Berikut rangkuman inti dari kabar penting sektor ini.
Lush kembali aktif di media sosial lewat Bluesky
Setelah mundur dari banyak platform sosial pada 2021, merek kecantikan Lush memutuskan kembali tampil di dunia digital dengan bergabung ke platform Bluesky, yang diposisikan sebagai alternatif X karena menawarkan “greater transparency around how content is surfaced”. Dalam pernyataannya, Taniya De Abrew, Global Head of Digital Marketing & Programmes di Lush, menegaskan alasan langkah itu dan refleksinya terhadap praktik pemasaran digital:
“When the global business stepped away from Instagram, Facebook, TikTok, X, and Snapchat a few years ago, the internal conversation was not just a simple \”we’re anti-social media.\” It sparked a much bigger debate about what healthier digital spaces could look like, the responsibility brands carry within online ecosystems, and whether growth alone should always be the ultimate goal. Being close to those conversations over the last few years completely shifted how I think about digital marketing.”
Ia menambahkan kritik terhadap dampak platform tertentu pada kesehatan mental generasi muda dan menyoroti nilai perusahaan yang menempatkan produk, etika, dan hubungan manusia di atas taktik pemasaran berbasis urgensi.
AI dan otomasi: efisiensi hingga robotika gudang
Morrisons mengungkapkan bahwa kombinasi investasi AI dari bawah ke atas dan edukasi dari atas ke bawah telah menghasilkan penghematan signifikan. CEO Rami Baitiéh menulis di LinkedIn bahwa pendekatan tersebut “has materially contributed to the delivery of £940 million over the last three years, all without compromising our customer experience.” Ia juga menyatakan tujuan reinvestasi penghematan untuk memperbaiki pengalaman di toko fisik dan digital dengan fokus pada personalisasi, pelacakan stok yang akurat, dan harga kompetitif.
Di sisi operasional gudang, THG Fulfil bekerja sama dengan Footasylum memasang sistem AutoStore yang akan memuat 85 robot R5 dan lebih dari 96.000 lokasi bin, dengan semua SKU Footasylum berada di dalam kisi AutoStore. Tom Killeen, COO THG Ingenuity, menyoroti keunggulan perangkat lunak dan pengetahuan operasional dalam proyek ini: “What will make this partnership different is not just the hardware, it is the software and operational knowledge behind it.”
Kemitraan ritel digital dan pengalaman pelanggan
Beberapa kerja sama diumumkan untuk memperkuat kemampuan iklan, perdagangan, dan pengalaman pelanggan. John Lewis Partnership menggandeng Kevel untuk menggerakkan jaringan retail media on-site di situs John Lewis dan Waitrose, memanfaatkan data pihak pertama serta fitur pengukuran ‘ROPO’ (research online, purchase offline) yang mengaitkan penjualan di toko fisik dengan aktivitas iklan digital.
Quadrant, merek yang didirikan Lando Norris, membuka pop-up pertamanya di London dengan dukungan Shopify untuk menangani seluruh lapisan dagang pada acara akhir pekan Silverstone. Harley Finkelstein, President at Shopify, memuji pendekatan komunitas Quadrant: “Lando is one of the best drivers in the world, and what he and the Quadrant team have built off the track is just as impressive. They understood something every great entrepreneur understands: build the community first, and commerce follows.” Lando Norris menambahkan: “Quadrant has always been about building something with our fans. Racing, apparel and content are all a big part of it, but it’s the fans who’ve made it what it is today.” Pop-up itu dibuka di Outernet London pada 10:00 am BST, Selasa, 30th June.
New Look turut mengumumkan kemitraan dengan platform AI Fermat untuk mempercepat proses desain dan pengembangan produk. Anica Wislawski, Creative Director New Look, menyatakan harapannya: “Fermat gives our designers the freedom to bring ideas to life faster, explore more creative possibilities and refine products through multiple iterations before they reach the customer.”
Perluasan layanan pengiriman dan pembayaran
Beberapa peritel memperluas opsi belanja cepat dan pembayaran. East of England Co-op bekerja sama dengan Uber Eats untuk layanan pengn dari 33 toko di East Anglia; Chief Commercial Officer Simon Dryell mengatakan: “We’re delighted to partner with Uber Eats and launch the service across 33 of our Food stores.” Lidl GB memperluas uji coba fitur self-scanning Lidl & Go ke 37 toko tambahan di Skotlandia dan Inggris bagian selatan, terintegrasi dalam aplikasi Lidl Plus.
Di Amerika, Caper Carts dari Instacart kini mendukung pembayaran EBT SNAP langsung di kereta pintar di McKeever’s Market, langkah yang menurut Instacart “is another important step towards transforming the everyday grocery trip for families.” Tim Cosens, CTO McKeever’s, menambahkan kegembiraan atas kemampuan baru untuk pelanggan SNAP.
Sainsbury’s melaporkan akan memperluas uji coba teknologi pengenalan wajah bermesin AI ke lebih dari 150 toko, setelah sistem yang sudah berjalan di 55 lokasi diklaim berhasil mencegah sebagian besar pelaku berulang. Perusahaan juga menanggapi insiden salah pendekatan terhadap seorang pelanggan, dengan pernyataan: “We have been in contact with the man to sincerely apologise for his experience in our Elephant and Castle store. This was not an issue with the facial recognition technology in use but a case of the wrong person being approached in-store.” Mereka menambahkan bahwa tidak ada yang salah teridentifikasi oleh teknologi tersebut dan kasus itu semata-mata kesalahan manajer toko.
Rangkaian pengumuman pekan ini menggambarkan bagaimana teknologi ritel terus berubah, dari aspek pemasaran dan pengalaman pelanggan sampai operasi gudang dan sistem pembayaran, sambil menimbulkan perdebatan tentang privasi dan tanggung jawab etis di ruang digital.




























































